Hari Wisuda Pertama ITB 21-22 Oktober Tahun Akademik 2016/2017

Wisuda Pertama Oktober 2016

wisuda-s1-okt-2016

BANDUNG,ditdik.itb.ac.id -Kegembiraan dan kebahagiaan setelah berhasil menyelesaikan seluruh kewajiban pembelajaran pendidikan tinggi di bangku perkuliahan maka tibalah  saat para mahasiwa dan mahasiswi dinyatakan lulus atau wisuda dengan mendapatkan gelar sarjana (S1), magister (S2), atau doktor (S3). Pada Jumat (21/10/16) dan Sabtu (22/10/16), Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelanggarkan Sidang Terbuka Wisuda Kesatu Tahun Akademik 2016/2017. Periode wisuda kali ini, ITB meluluskan sebanyak 2400 lebih wisudawan dan wisudawati dari Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor. Kegiatan penting ini dihadiri oleh Rektor dan Para Wakil Rektor ITB, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Forum Guru Besar ITB, Para Dekan Fakultas, Para Ketua Program Studi, Para Dosen, Pejabat Militer dan Kepolisian, Pimpinan Lembaga dan Institusi Mitra ITB, Para Alumni ITB, serta  wisudawan dan wisudawati beserta keluarga yang mendampingi.

rektor-itb-pidato

Wisuda pertama ini diselenggarkan selama dua hari pada Jumat untuk wisudawan dan wisudawati dari Program Doktor, Program Magister, Kemudian pada hari sabtu dilakukan prosesi wisuda mengawali rangkaian dari prosesi peresmian gelar bagi 1281 wisudawan yang hadir, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA menyampaikan pidato dengan tajuk “Sumber Daya Air  Di Indonesia”. Menurutnya, “Inovasi Berkelanjutan” perlu persiapan untuk mencapai ketahanan bangsa. Adapun ketahanan bangsa yang dimaksud meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan iklim. Fokus sambutan Rektor ITB kali ini mengarah pada sumber daya air, mengingat kontribusi besar yang diberikan oleh sumber daya air turut mempengaruhi ketahanan energi dan pangan. kemudian dalam sambutannya
Kaitan erat dengan Pembangunan, air memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pembangunan berkelanjutan pada dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sedangkan kesehatan manusia dan ekosistem, ketahanan pangan, dan perubahan iklim menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan air baku. Berdasarkan alasan tersebut, Rektor ITB menekankan pentingnya sinergitas dan komitmen dari pengambil kebijakan, isu lain yang masih terkait erat dengan sumber daya air adalah perubahan iklim. Dampak negatif dari perubahan iklim akan sangat berpengaruh pada sistem dan pengelolaan sumber daya air. Fenomena seperti perubahan pola dan curah hujan memerlukan dukungan dari bidang teknologi yang mampu beradaptasi dalam mengantisipasi pengelolaan sumber daya air. Air di masa depan sangat perlu, bahwa air dan sumber dayanya sepatutnya dikelola untuk mendukung kesejahteraan dan intergritas seluruh ekosistem dalam pembangunan ekonomi yang kuat. Sasaran pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari penyediaan air, sanitasi dan kebersihan; sumber daya air; tata kelola air; kualitas air dan pengelolaan air limbah; dan pengendalian bencana yang berhubungan dengan air. Sasaran tersebut ditujukan untuk menciptakan manfaat dalam memperluas peningkatan kesehatan, pendidikan, pertanian, serta kegiatan sosial dan ekonomi lainnya.

Berita Terkait

EnglishUnknownIndonesia